Krisis Brexit Semakin Mendalam Karena Commons Gagal Menemukan Rencana B

author

Unknown

Share Post

Krisis Brexit Semakin MendalamParlemen Inggris menemui jalan buntu untuk menyepakati cetak biru baru untuk Brexit, menolak semua opsi yang diajukan untuk menggantikan kesepakatan Perdana Menteri Theresa May yang tidak populer.


Pada hari Senin, House of Commons memberikan suara pada empat kebijakan berbeda tetapi tidak satupun dari mereka memenangkan mayoritas, mendorong perpisahan Inggris dari Uni Eropa semakin berantakan sehingga membuat sterling Inggris semakin nyungsep lebih dalam lagi hingga di bawah pertengahan level 1.303.


Dengan hanya 11 hari tersisa sampai Inggris keluar dari zona 28 negara, kebuntuan itu membuat perdana menteri harus segera mengambil keputusan penting tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dia akan mengadakan pertemuan kabinetnya pada hari Selasa, kemungkinan akan berlangsung lima jam, untuk menyusun rencana darurat.


Opsi yang ada di PM Meay dipenuhi dengan bahaya. Dia bisa mencoba lagi untuk mendapatkan kesepakatan sendiri melalui pemungutan suara parlemen meskipun dibayangi dengan penolakan pada tiga kesempatan sebelumnya. Dia bisa mencari penundaan lebih lama untuk Brexit, dan dapat memicu pengunduran diri perdana menteri atau dia bisa meminta pemilihan umum atau bahkan menyelenggarakan referendum baru dengan membiarkan pemilih yang memutuskan.


Dalam sebuah tanda dramatis tentang bagaimana ketegangan tinggi memuncak di Parlemen, salah satu penulis mosi yang ditolak mengundurkan diri dari Partai Konservatif di majelis.


"Saya telah memberikan segalanya untuk upaya menemukan kompromi yang dapat membawa negara ini keluar dari Uni Eropa sambil mempertahankan kekuatan ekonomi dan kohesi politik kita," kata Boles kepada Commons setelah hasilnya dibacakan. “Saya menerima saya telah gagal. Saya telah gagal terutama karena partai saya menolak untuk berkompromi."


Anggota Parlemen akan memiliki kesempatan lain untuk mengambil alih agenda Brexit pada hari Rabu. Tapi jalan di depan tidak jelas. Menteri Brexit Steve Barclay mengindikasikan pemerintah dapat mengembalikan kesepakatan PM May untuk pemungutan suara lagi minggu ini untuk mencoba menghindari perpanjangan keanggotaan Uni Eropa.


“DPR tidak mendukung apa pun. Akibatnya dalam waktu 11 hari, Inggris akan meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian kecuali jika perdana menteri bertindak,” kata anggota Parlemen Buruh Hilary Benn.