Xi Jinping Akan Mengunjungi Eropa Dalam Tawaran Untuk Meningkatkan Perdagangan

author

Unknown

Share Post

Xi Jinping Akan Mengunjungi Eropa Untuk Meningkatkan PerdaganganPresiden China Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Eropa mulai minggu ini ditengah berusaha untuk meningkatkan hubungan perdagangan di benua Eropa sambil berusaha untuk mengakhiri perang dagang dengan Amerika Serikat.


Presiden Xi akan melakukan perjalanan ke Perancis, Italia, dan Monako mulai 21 hingga 26 Maret, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Lu Kang pada hari Senin, seperti yang dilansir kantor berita resmi Xinhua. Undangan itu dikeluarkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, pemimpin Monako Pangeran Albert II dan Presiden Italia Sergio Mattarella, kata Lu.


Tur kenegaraan Xi datang dampak dari kekhawatiran Eropa tentang pengaruh China dengan keinginan untuk investasi lebih lanjut.


China pekan lalu bertekad kerja sama yang lebih besar dalam usaha Belt and Road dengan perusahaan AS dan Eropa, upaya untuk menangkal kritik yang berkembang bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk memproyeksikan pengaruh Xi pada negara tuan rumah yang dilalui oleh Belt and Road.


Italia telah terpecah mengenai apakah akan menandatangani nota kesepahaman untuk berpartisipasi dalam program perdagangan dan infrastruktur Belt and Road yang ditandatangani Xi dan sedang berupaya memperkuat kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan China di sektor perbankan hingga energi.


Kesediaan negara untuk mempertimbangkan melakukan bisnis dengan China memicu kekhawatiran di AS dan Uni Eropa tentang negara G-7 yang mendaftar untuk Belt and Road dan memungkinkan kepentingan China ke sektor-sektor seperti telekomunikasi dan pelabuhan.


Perancis, sementara itu, mengatakan akan memberlakukan pemeriksaan baru pada pembuat peralatan termasuk raksasa teknologi China Huawei Technologies Co. AS juga baru-baru ini mengeluarkan peringatan tentang pencurian data yang disponsori oleh negara China.


Ada spekulasi bahwa Xi dan Presiden AS Donald Trump akan bertemu bulan ini untuk menandatangani perjanjian mengakhiri perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia, tetapi nampaknya tidak mungkin terjadi sampai April paling awal, tiga sumber yang akrab dengan masalah.