PM Inggris Menganggarkan Dana £1.6M Untuk Mendorong Pertumbuhan

author

CF Forex

Share Post

PM Inggris Menganggarkan Dana £1.6M Untuk Mendorong PertumbuhanPerdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Senin mengatakan bahwa akan menganggarkan 1.6 miliar pound ($ 2.11 miliar) untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di komunitas pendukung Brexit, terutama di utara Inggris.


"Stronger Towns Fund", rincian yang muncul di surat kabar bulan lalu, dipandang oleh banyak orang sebagai bagian dari upaya PM May untuk memenangkan dukungan kesepakatan Brexit-nya dari anggota parlemen oposisi Partai Buruh yang mewakili daerah-daerah yang memberikan suara kuat mendukung meninggalkan Uni Eropa.


Inggris akan meninggalkan blok pada akhir bulan Maret, yang kesepakatan keluar Perdana Menteri May dengan Brussels ditolak oleh sebagian besar anggota parlemen pada bulan Januari, telah berjanji dengan parlemen akan merevisi kesepakatan pada 12 Maret.


Pemerintah mengatakan dana itu akan ditargetkan pada tempat-tempat yang belum berbagi secara adil dalam kemakmuran negara dan akan digunakan untuk menciptakan lapangan kerja baru, membantu melatih orang dan meningkatkan kegiatan ekonomi.


"Masyarakat di seluruh negeri memilih Brexit sebagai ungkapan keinginan mereka untuk melihat perubahan; itu harus menjadi perubahan menjadi lebih baik, dengan lebih banyak peluang dan kontrol yang lebih besar," kata May dalam sebuah pernyataan.


"Kota-kota ini memiliki warisan gemilang, potensi besar dan, dengan bantuan yang tepat, masa depan yang cerah di depan mereka."


Juru bicara keuangan Partai Buruh oposisi, John McDonnell, mengatakan dana itu seperti "suap Brexit".


"Kota-kota ini mendatangkan keputus-asaan dari pemerintah yang berkurang menjadi menyuap Anggota Parlemen untuk memilih legislasi Brexit andalan mereka yang merusak," katanya dalam sebuah pernyataan.


"Satu miliar pound telah dialokasikan, dengan lebih dari setengahnya disebar ke kota-kota di bagian utara Inggris. Selanjutnya 600 juta pound akan tersedia bagi masyarakat di seluruh negeri untuk ditawar," kata pemerintah.