Industri Inggris Alami Pertumbuhan Paling Lambat Enam Tahun Akibat Ketakutan Brexit

author

Unknown

Share Post

Industri Inggris Alami Pertumbuhan Paling Lambat Enam Tahun Akibat Ketakutan BrexitKonfederasi Industri Inggris (CBI) melaporkan dalam tiga bulan belakangan industri di Inggris mengalami pertumbuhan paling lambat dalam enam tahun terakhir. Ketakutan akan Brexit no deal, yang berpotensi memicu pembatasan perdagangan global baru jadi penyebabnya.


Berdasarkan berita dari Reuters, index CBI untuk sektor swasta mencapai minus 3 pada bulan Februari, dimana sebelumnya pada bulan Januari masih punya nilai 1. Nilai tersebut merupakan yang paling rendah sejak April 2013. Dimana ketika itu, Inggris masih memulihkan ekonominya setelah krisis global.


CBI juga memperkirakan dalam tiga bulan ke depan perlambatan masih akan terjadi, mengingat rencana Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa atau yang lebih dikenal dengan British Exit (Brexit) semakin dekat dengan tengat waktu 29 Maret.


Brexit No Deal sendiri membuat Inggris akan segera berpisah dari Uni Eropa tanpa kepastian relasi antar Inggris dan Eropa di masa mendatang.


“Lebih banyak perusahaan yang tengah mengerem investasinya dan membuat kegiatan bisnis menjadi lebih problematik,” kata Chief Economist CBI Rain Newton Smith.


Sebuah survei juga menunjukan bahwa industri manufaktur telah meningkatkan ketersediaan bahan baku lebih banyak dibandingkan negara-negara ekonomi maju lainnya.


Tindakan tersebut dilakukan guna meminimalisir kemungkinan keterlambatan pengiriman barang setelah Brexit no deal. Sementara survei tersebut dilakukan CBI dari 650 perusahaan ritel, manufaktur dan jasa.


Bank of England bahkan memprediksikan tingkat pertumbuhan ekonomi Inggris pada kuartal 1/2019 hanya mampu mencapai 0.2% dengan pertumbuhan sepanjang 2019 diproyeksi akan menjadi yang paling rendah sejak 2009 sekali pun Brexit berjalan mulus (Brexit dengan Kesepakatan atau Deal).


Selain terkait Brexit, hal tersebut juga disebabkan mitra dagang utama Inggris di Eropa yang juga menghadapi perlambatan pertumbuhan akibat trade war Amerika dengan China.