Moody’s Investors Service Memberi Catatan Penelitian Bank Sentral Dunia Akan Wait And See

author

CF Forex

Share Post

[caption id="attachment_8340" align="alignleft" width="299"]Moody’s Investors Service Moody’s Investors Service[/caption]

Moody’s Investors Service memberi catatan penelitian hari Jumat kemarin bahwa prospek ekonomi global akan lebih suram sesuai ekspektasi pengetatan moneter oleh mayoritas bank sentral utama dunia dan mayoritas bank sentral utama juga akan wait and see terhadap pertumbuhan ekonomi global.



wakil presiden Madhavi Bokil dari Moody’s Investors Service berpendapat bahwa Federal Reserve mungkin akan menaikkan paling banyak suku bunga dua kali tahun ini daripada yang diproyeksikan sebelumnya tiga atau empat kali.



Bank Sentral Eropa juga akan menunda peningkatan fasilitas deposito dan suku bunga refinancing hingga 2020, kata analis Moody’s Investors Service, merevisi perkiraan untuk paruh kedua 2019.



"Dengan laju ekspansi ekonomi melambat di ekonomi utama dan keseimbangan risiko yang cenderung ke bawah, bank sentral G-3 yakni: Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang, semuanya akan melakukan pendekatan wait and see,” tulis analis Moody.



Pandangan Moody’s Investors Service merevisi sebagian karena adanya penekanan The Fed baru-baru ini pada "kesabaran" dan "kehati-hatian" dalam notulen FOMC yang lalu. Ketidakpastian termasuk pembicaraan perdagangan AS-China, perlambatan ekonomi China dan pergeseran sentimen pasar hingga penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan, yang setidaknya berakhir sementara, telah meninggalkan lubang dalam data ekonomi.



Di Eropa, para analis menunjuk ke data suram pertumbuhan, terutama angka yang lebih buruk dari perkiraan dari Jerman dan Perancis dan tanda-tanda ekspansi yang sudah lemah di Italia. Inflasi inti tetap "jauh di bawah" kisaran target ECB, catat Moody.



Akhirnya, prospek inflasi Bank of Japan menjadi lebih mengerikan, yang berarti tidak ada pengetatan kebijakan moneter yang diharapkan tahun ini atau pada tahun 2020, kata Moody.