Amamiya BOJ: Bank Sentral Harus Membatasi Efek Samping Kebijakan Ultra Longgar

author

CF Forex

Share Post

[caption id="attachment_8391" align="alignleft" width="300"]Deputi Gubernur Bank of Japan Masayoshi Amamiya Deputi Gubernur Bank of Japan Masayoshi Amamiya[/caption]

Deputi Gubernur Bank of Japan Masayoshi Amamiya mengatakan pada hari Kamis bahwa bank sentral harus mengantipasi efek samping dari kebijakan ultra longgar yang 'ambisius' saat ini untuk jangka waktu yang lama.



Amamiya mengatakan bahwa perlu waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk mencapai target inflasi 2 persen BOJ karena perusahaan menjaga biaya tetap rendah dengan merampingkan operasional dan biaya rumah tangga/keluarga yang peka terhadap harga sehingga menghambat perusahaan untuk menaikkan harga.



Itu berarti BOJ harus "dengan sabar" melanjutkan kebijakan moneter ultra-longgar sementara juga tetap memperhatikan potensi kerugian yang timbul seperti dampak pelonggaran berkepanjangan pada keuntungan lembaga keuangan, katanya.



"BOJ sepenuhnya menyadari bahwa tekanan penurunan berkepanjangan pada keuntungan lembaga keuangan ... dapat berisiko mengganggu sistem keuangan," kata Amamiya dalam sebuah pidato kepada para pemimpin bisnis di Shimonoseki, Jepang barat.



Amamiya juga memperingatkan bahwa gesekan perdagangan AS-China, jika berkepanjangan, dapat melukai ekonomi Jepang karena dapat menekan selera investasi perusahaan dan sentimen pasar.



"Ekonomi Jepang sangat mungkin untuk terus berkembang mengikuti tren," kata Amamiya.



"Tetapi kita harus berhati-hati bahwa risiko terhadap skenario dasar kita semakin tinggi, terutama yang terkait dengan perkembangan ekonomi di luar negeri," tambahnya.



Baca juga: Kalender Ekonomi



Ikuti juga pelatihan Forex Gratis: Pelatihan Forex