Apa itu Hawkish dan Dovish ?

author

CF Forex

Share Post

Bagi para trader istilah Dovish dan Hawkish sudah menjadi sesuatu yang selalu mereka ikuti perkembanganya dimana terjadi perubahan suku bunga di bank sentral Bagi Anda yang baru mendengar istilah ini untuk pertama kalinya tentunya ingin tahu apa itu Dovish dan Hawkish lalu apa perbedaanya?


Pergerakan mata uang sebenarnya sangat tergantung darikebijakan ekonomi dari Bank Sentral. Karena itu Bank Sentral setiap negara harus rutin mengadakan rapat untuk untuk membahas apakah kebijakan ekonominya masih relevan dengan kondisi sekarang atau tidak. Sehingga kebijakan itu akan selalu berubah dari waktu ke waktu.
Perubahan kebijakan ekonomi, akan mempengaruhi minat beli/jual mata uang tersebut. Dari sinilah seorang trader/investor mencari keuntungan dengan mempekirakan penguatan/pelemahan dari mata uang tersebut kedepannya.
Makanya, para investor memberi kategori suatu pernyataan dari Bank Sentral menjadi “Hawkish” dan “Dovish”

Hawkish
Kata dasar dari “hawkish” adalah Hawk/Burung elang, dimana burung elang terbang selalu diketinggian. Komentar “hawkish” terjadi ketika Bank Sentral merasa tekanan inflasi sudah terlalu tinggi sehingga harus diredam dengan cara menaikkan suku bunga atau pengurangan stimulus.

Dovish
Kata dasar “dovish” adalah Dove/burung Merpati, dimana burung merpati selalu terbang rendah. Komentar dovish terjadi ketika Bank Sentral melihat pertumbuhan ekonomi melambat yang ditandai oleh turunnya inflasi. Sehingga cara untuk menanggulangi adalah menurunkan suku bunga atau melalukan stimulus ekonomi.

Memahami kebijakan suku bunga dari mata uang yang anda transaksikan akan menambah peluang anda mendapat profit di forex. Walaupun masih ada variable lain yang membuat mata uang naik/turun. Ibarat anda sedang berpetualang, suku bunga seperti peta. Tanpa peta akan sangat mudah tersesat.


Contoh Kasus

Hawkish


Begitu memasuki bulan Agustus 2016, sejumlah pejabat The Fed kembali angkat bicara di media massa. Kali ini, mereka menyatakan dukungannya untuk menaikkan nilai kontrak berjangka pertambangan minyak. Inilah salah satu contoh dari sikap Hawkish yang agresif terhadap pasar.


Hasilnya, sesaat setelah pejabat The Fed mengeluarkan pernyataan tersebut, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 53 poin, atau 0,3%. Indeks S&P 500 juga turun 8 poin, atau 0,4%. Saham yang paling banyak mengalami pelemahan adalah saham-saham di sektor telekomunikasi dan sektor utilitas. Namun demikian, di tengah pelemahan tersebut, sektor energi dan material bertahan sebagai satu-satunya sektor yang berada di wilayah positif. Saham-saham di sektor energi naik sekitar 0,2%.


Dovish


Pada bulan Maret 2016, Janet Yellen selaku Ketua Federal Reserve (The Fed) angkat bicara di media massa tentang kondisi ekonomi global yang memburuk. Menurut Yellen, kenaikan suku bunga tidak akan membawa perbaikan dan malah membuat kondisi ini semakin parah. Dengan begitu ia memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga The Fed dan memperlambat proses kenaikannya. Sikap semacam inilah yang dinilai pelaku pasar modal sebagai sikap dovish yang lembut dan pro terhadap pasar.


Setelah Yellen menyampaikan pengumuman itu, apa yang terjadi? Pasar kredit Amerika langsung mengalami rally dan harga minyak Amerika naik untuk pertama kalinya dalam 5 hari. Indeks Dow Jones langsung naik sebanyak 97,72 poin (0,56%). Saham-saham teknologi seperti Apple, Microsoft, Facebook dan Amazon menguat lebih dari 2%. Saham Home Depot, Coca-Cola, dan Visa juga menguat lebih dari 1%.


Namun demikian, bank-bank besar mengalami pelemahan karena muncul persepsi bahwa kenaikan bunga yang lambat akan mengurangi keuntungan bank. Bank of America turun 1,5% dan Wells Fargo turun 1,3 %.


Kesimpulan


Dari contoh kasus di atas, kita bisa melihat bagaimana hawkish maupun dovish memiliki efek yang bercabang bagi perdagangan.


Sikap pejabat bank sentral yang dovish , bisa menjadi sentimen positif untuk sektor tertentu dan menjadi sentimen negatif untuk sektor lain.


Sama juga halnya dengan hawkish. Sikap pejabat The Fed yang agresif dalam hal kenaikan kontrak minyak bisa menjadi sentimen positif untuk sektor energi, namun menjadi sentimen negatif untuk Indeks Dow Jones secara keseluruhan.


Kesimpulannya, kasus hawkish-dovish ini menunjukkan bagaimana sikap dan keberpihakan Bank Sentral bisa memberi pengaruh signifikan bagi pasar.