Trading Menggunakan Candlestick

author

Abie Santiang

Share Post
Banyak trader teknikal yang dibingungkan oleh banyaknya pilihan ketika berurusan dengan grafik. Namun pada kenyataannya grafik candlestick lebih sering digunakan ketimbang jenis grafik lainnya. Grafik tersebut (candlestick) memiliki perbedaan yang cukup mencolok jika dibandng dengan grafik bar, yang juga sering digunakan di market. Salah satu keunggulan, dan mungkin keanehan, grafik candlestick adalah setelah trader banyak belajar dan mengetahui cara menganalisis market dengan grafik ini, mereka akan dapat dengan cepat mengidentifikasi berbagai mata uang beserta trend saat itu, ketimbang ketika mereka memakai grafik bar.


Mempelajari hal-hal baru membantu Anda untuk dapat menemukan strategi-strategi baru, yang dapat memberi keuntungan ketika sedang ber-trading di market Forex. Jadi, mari mulai belajar tentang bagaimana membaca grafik candlestick ini untuk kemajuan trading Anda.

Cara Membaca candlestick
Gambar di bawah ini merupakan desain sebuah candlestick secara umum. Ada tiga titik-titik tertentu (open, close, dan sumbu) yang digunakan dalam pembuatan harga pada candle. Poin pertama yang perlu Anda pertimbangkan adalah ketika adalah harga pembukaan dan penutupan pada candle. Titik-titik tersebut adalah fase di mana harga dimulai dan ditutup untuk time frame tertentu, serta mendorong terbentuknya suatu harga yang disebut sebagai tubuh candlestick. Oleh sebab itulah, penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan warna pada candle dan fungsinya: merah untuk turun (down-trend) dan biru untuk naik (uptrend). Dengan mengetahui hal ini, candlestick akan membantu Anda untuk lebih cepat mengidentifikasi jika market diperjual-belikan lebih tinggi atau lebih rendah untuk jangka waktu yang sudah dipilih sesuai time frame.


Misalnya saja Anda sudah memiliki candlestick yang sudah ada sumbunya, atau disebut juga sebagai shadow, yang merupakan indikasi harga yand dapat menampilkan bentuk ekstrim atau tidak pada waktu tertentu di chart. Dia terbentuk karena secara visual lebih kecil dari pada body candle. Di sinilah kekuatan candlestick menjadi lebih jelas. Candlestick dapat membantu Anda pada saat momentum market menjadi bergejolak.

Aplikasinya dalam Trading
Setelah Anda dapat membaca dasar-dasar grafik candlestick, maka Anda dapat menemukan peluang untuk bertransaksi di market. Sementara trader tidak bisa menggunakan analisis dengan hanya mengandalkan candlestick saja dalam strateginya, tetapi dia dapat dimanfaatkan untuk mengetahui pentunjuk-petunjuk terhadap sentimen market dan pergerakan harga.

Trader Forex profesional dikenal dengan kebiasaannya mencari pola-pola spesifik atau sebuah seri dari candlestick. Mereka memanfaatkannya untuk memprediksi pergerakan uang masa depan dan menetapkan order trading. Sepanjang bulan Agustus dapat diketahui bahwa pada grafik candlestick, harga dapat membalikkan trend dengan sangat cepat.