Trading Dengan Pola Head and Shoulders

author

Abie Santiang

Share Post
Pola head and shoulders terjadi pada keadaan uptrend yang mengisyaratkan kemungkinan pembalikan arah trend (trend reversal). Untuk menemukan pola ini relatif tidak sulit, bisa terjadi dan valid pada semua time frame, oleh karenanya pola ini bisa digunakan untuk trading jangka pendek (day trading), menengah (swing trading) maupun jangka panjang. Dari pengamatan bisa ditentukan bagian kepala (head), lengan kiri (left shoulder) dan lengan kanan (right shoulder). Secara umum bentuk pola head and shoulders adalah seperti berikut:

Agar lebih mudah dalam mengamati dan menemukan pola ini maka perlu diketahui bahwa pergerakan harga membentuk gelombang yang sama dengan gelombang Elliot dimana trend yang kuat selalu diikuti dengan koreksi. Biasanya pembalikan arah trend terjadi bila harga gagal menembus neckline, dan semakin sudut neckline negatif atau miring kebawah maka probabilitas pembalikan arah trend akan semakin tinggi. Pola head and shoulders dan juga pola gelombang Elliot menunjukkan bahwa karakteristik permintaan dan penawaran pasar selalu mengikuti pola tertentu.

Dengan mengacu pada gambar diatas bisa dijelaskan:
Gelombang 1: seller mulai masuk ketika harga dinilai sudah terlalu tinggi (overvalued), tetapi tekanan jual tersebut tidak cukup kuat untuk menembus level support sebelumnya karena permintaan di pasar masih lebih kuat.

Gelombang 2: mereka yang menunggu untuk buy pada harga rendah segera masuk dan harga kembali naik (titik A, awal neckline). Harga terus bergerak naik hingga melewati level high sebelumnya (higher high).

Gelombang 3: pada level ini harga dianggap sudah terlalu tinggi dan mereka yang menunggu untuk sell pada harga tinggi segera masuk. Selain seller baru, mereka yang sebelumnya membeli pada harga rendah juga merealisasikan keuntungannya sehingga harga terkoreksi cukup tajam.

Gelombang 4: buyer baru yang menunggu harga turun hingga level support segera masuk sehingga harga kembali naik (titik B), namun karena jumlahnya tidak terlalu banyak maka tidak mampu menembus level high sebelumnya dan harga kembali jatuh.

Gelombang 5: seller baru kembali masuk hingga harga menembus level support sebelumnya, yang juga menembus neckline.

Gelombang 6: buyer kembali masuk karena harga dinilai sudah terlalu rendah (undervalued) tetapi sekali lagi masih belum bisa menembus level resistance sebelumnya, menunjukkan permintaan yang makin lemah.

Gelombang 7: penawaran di pasar yang sangat kuat membuat harga gagal menembus neckline (titik C) dan jatuh dengan tajam.

Langkah-langkah trading dengan pola head and shoulders :


1. Setelah menemukan head, left shoulder dan right shoulder,  maka tariklah neckline dengan menghubungkan titik support left shoulder dan right shoulder.
2. Entry sell setelah harga menembus neckline (sebagai support) dengan stop loss pada level right shoulder (sell-1)
3. Entry sell setelah harga gagal menembus neckline (sebagai resistance) dengan stop loss beberapa pip diatas neckline (sell-2).

Menentukan level take profit (TP) :

Level take profit bisa ditentukan sebesar jarak antara level head hingga neckline (garis x pada gambar atas). Probabilitas keberhasilannya cukup tinggi terutama jika sudut neckline-nya negatif atau miring kebawah seperti pada gambar diatas.