Cara menghitung Pivot Point

author

Abie Santiang

Share Post
Apa itu pivot point ? kalau kamu belum tau, baca dulu artikel Pengertian Pivot Point nya ya. Di artikel ini kita akan membahas bagaimana cara menghitung pivot point.

Pivot point dihitung dengan menggunakan harga High, Low, dan Close dari sesi trading terakhir. Karena pasar forex buka 24 jam maka sebagian besar trader menggunakan waktu penutupan sesi New York yaitu 4:00PM EST.

Rumus Perhitungan Pivot Point
Pivot Point (PP) = (High + Low + Close) / 3

Kemudian level Support dan Resistance dihitung  dengan rumus:

Resistance dan Support Pertama
Resistance pertama (R1) = (2 x PP) - Low
Support pertama (S1) = (2 x PP) - High

Resistance dan Support Kedua
Resistance kedua (R2) = PP + (High - Low)
Support kedua (S2) = PP - (High - Low)

Resistance dan Support Ketiga
Resistance ketiga (R3) = High + 2(PP - Low)
Support ketiga (S3) = Low - 2(High - PP)

Ada beberapa hal yang perlu diingat bahwa ada beberapa platform trading yang fokus dengan intermediate level atau mid point. Pada dasarnya keduanya adalah mini level antara pivot point utama serta level support dan resistance seperti ditunjukkan gambar berikut ini:


Trading Dengan Pivot Point 
Pivot point adalah daerah harus mendapat perhatian saat melakukan analisa pasar karena pivot point ini adalah level support atau resistance yang paling signifikan. banyak trader berpengalaman menunggu di level ini untuk melakukan transaksi. Pada saat harga bergerak mendekati pivot point banyak trader yang mulai masuk pasar untuk mengambil posisi, beli ataupun jual, dan menetapkan target keuntungan (take profit) serta batas kerugian (stop loss). Secara umum jika harga berada di atas pivot, maka pasar dianggap bullish (naik). Sebaliknya jika harga berada di bawah pivot, pasar dikatakan bearish (turun).

Apabila harga tertahan di bawah pivot point (PP) dan ditutup pada level tersebut, hal itu merupakan alasan yang cukup baik untuk mengambil posisi jual, dengan stop-loss beberapa point di atas PP dan target profit di sekitar S1.

Akan tetapi jika harga bergerak turun terus dan menembus S1, dari pada menutup transaksi anda dapat memindahkan 'stop-loss' beberapa point di atas S1 dan meletakkan target profit berikutnya pada S2. Biasanya S2 adalah level terrendah dari pergerakan mata uang harian dan menutup transaksi pada level ini adlah langkah yang bijaksana.Hal yang sebaliknya terjadi apabila harga berada di atas pivot point dan ditutup pada level itu. Anda bisa mengambil posisi beli dengan stop-loss di bawah pivot point dan target profit beberapa point di bawah R1. Tapi apabila harga naik dengan kuat dan menembus R1, stop-loss bisa dinaikkan dan ditempatkan di bawah R1 sementara itu target profit bergeser ke level R2.

Kekuatan dari support dan resistance pada berbagai pivot level ditentukan oleh berapa kali suatu harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah.Semakin sering harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah maka semakin kuat pivot level tersebut.

Jika pergerakan harga bergerak naik mendekati resistance, anda bisa mengamati kapan harga akan berbalik arah turun. Saat harga bergerak turun anda bisa mengambil posisi jual dengan stop-loss ada di atas resistance. Tapi adakalanya gerakan naik ini cukup kuat dan resistance dapat tertembus sehingga stop-loss anda terkena. Ini adalah resiko dalam forex. Tapi apabila gerakan itu anda percaya begitu kuat, anda bisa mengambil posisi beli saat harga menembus resistance. Pada kondisi ini resistance berubah menjadi support sehingga anda bisa memasang stop-loss di bawah level support yang baru (yaitu yang sebelumnya adalah resistance). Dengan cara ini kerugian yang anda alami pada transaksi awal dapat tertutupi keuntungan yang anda raih pada transaksi kedua. Hal yang serupa bisa anda lakukan jika harga bergerak turun mendekati support. Saat harga mulai berbalik arah dan bergerak naik anda dapat melakukan transaksi beli dengan stop loss di bawah garis support.