Dollar Tertekan

author

Abie Santiang

Share Post
    Euro stabil hari ini, bertahan dekat level tertinggi dalam empat bulan, didukung oleh optimisme mengenai prospek ekonomi Eropa tahun ini. Sedangkan dollar tertekan ke level terendah dalam tiga bulan karena ekspektasi normalisasi the Fed tidak akan agresif.
    Setelah mencatat performa terbaik dalam 14 tahun pada 2017, euro memulai tahun ini dengan hasil positif, di saat ekonomi blok mata uang itu membaik dan ekspektasi ECB akan semakin mengurangi stimulusnya. Aktivitas manufaktur zona euro mengakhiri 2017 dengan mencatat pertumbuhan terbaik dalam dua dekade, hasil survei menunjukkan kemarin. Peningkatan permintaan mengindikasikan sektor tersebut memulai tahun baru dengan kinerja gemilang.
    Turut mendukung euro adalah pernyataan dari pejabat ECB akhir pekan lalu Anggota dewan Benoit Coeure mengatakan ia melihat potensi logis program pembelian obligasi tidak diperpanjang melebihi September 2018. Pasar memang berekspektasi ECB akan menetapkan akhir program QE tahun ini.  Bahkan sebagian kalangan memperkirakan ECB akan melakukan normalisasi kebijakan.
    Euro diperdagangkan di $1,2047 setelah menguat 0,2% kemarin dengan sempat menyentuh $1,2081 atau tertinggi sejak September 2017. Euro menemukan resistance kuat di $1,21. Dengan RSI (14) di atas 70, laju euro kemungkinan mulai terhenti, bahkan ada potensi untuk pullback dulu. Namun selama mampu bertahan di atas $1,1900, tren penguatan masih terjaga.
    Pemulihan ekonomi global, dengan pertumbuhan ekonomi meningkat di luar AS membuat bank sentral lain mulai menyesuaikan kebijakan moneter. Inilah yang menyebabkan kenaikan suku bunga the Fed kehilangan gaungnya tahun lalu. Sepanjang 2017, the Fed menaikkan suku bunga tiga kali dan diproyeksikan menaikkannya tiga kali lagi tahun ini. Menurut para analis, fokus pasar tahun ini adalah normalisasi kebijakan moneter. Normaliasi bank sentral lain menyusul the Fed membuat posisi dollar gamang.
    Faktor lain yang menekan dollar adalah keraguan pemotongan pajak yang dijalankan pemerintahan Trump dapat banyak membantu ekonomi AS. Pemotongan pajak AS berpotensi menambah defisit anggaran, yang harus ditutup dengan menambah penerbitan obligasi. Hal itu tentunya dapat membuat utang AS membengkak.
    Beberapa even penting terjadwal minggu ini di AS adalah FOMC Minutes dan data ketenagakerjaan. Minutes dari rapat Desember itu diharapkan dapat memberi gambaran mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan ke depan. Data payroll diperkirakan akan mempengaruhi persepsi pasar mengenai prospek kenaikan suku bunga. Data  lainnya adalah indeks manufaktur dan jasa ISM.
    Indeks dollar stabil di 91,63 setelah jatuh sampai 91,56 kemarin, terendah sejak 20 September. Dengan RSI (14) berada di bawah 40, indeks tersebut mendekati kondisi oversold. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 112,32 setelah melemah 0,2% kemarin. Dollar sudah jatuh ke bawah 112,50 dan menuju 112.

Support, Resisten dan Pivot Harian