Dollar Rebound Pasca FOMC

author

Abie Santiang

Share Post
    Dollar rebound terhadap major currencies sejak kemarin berkat data ekonomi AS dan minutes the Fed yang menunjukkan bank sentral AS itu tetap dalam jalur normalisasi kebijakan moneter. Namun lajunya tersendat di saat pasar menantikan data ketenagakerjaan AS.
    Dollar terangkat menyusul data manufaktur dan konstruksi AS. Aktivitas manufaktur AS mencatat performa terbaik sejak 2004 di akhir tahun. Didukung produksi dan permintaan. Indeks manufaktur ISM naik ke 59,7 di Desember dari 58,2 di Nopember. Dengan ini, berarti sudah 16 bulan berturut-turut sektor manufaktur AS mengalami pertumbuhan. Sub-indeks new order naik 5,4 poin ke 69,4 yang merupakan angka tertinggi sejak 2004.
    Data lainnya menunjukkan pembelanjaan konstruksi tumbuh 0,8% selama Nopember. Fokus berikutnya adalah data ketenagakerjaan AS, yang akan diumumkan besok. Data ini akan mempengaruhi persepsi pasar mengenai arah kebijakan the Fed. Diproyeksikan angka payroll sebesar 188.000 untuk Desember, sedikit di bawah 200 ribu yang menjadi standar angka sehat. Setelah itu, ada data ISM non manufacturing, yang menjadi indikasi sektor jasa.
    Penguatan dollar juga terjadi setelah FOMC Minutes mengindikasikan the Fed tetap melakukan pendekatan bertahap dalam normalisasi kebijakan. Para anggota mengakui pertumbuhan solid lapangan kerja dan aktivitas ekonomi. Namun mereka masih menyorot rendahnya inflasi. Para pejabat juga membahas kemungkinan pemotongan pajak atau deregulasi sektor keuangan dapat menyebabkan dorongan inflasi.
    Namun para analis masih skeptis dengan prospek jangka pendek dollar, karena kenaikan suku bunga sudah terfaktorkan. Bahkan sebagian mengatakan kenaikan inflasi yang tidak secepat perkiraan dapat membuat the Fed lambat dalam menaikkan suku bunga. Selain itu, banyak juga yang ragu dengan efektivitas pemotongan pajak dalam pertumbuhan ekonomi.
    Indeks dollar bertengger di 91,91 hari ini, setelah naik 0,3% kemarin. Penutupan di atas 92 menjaga asa rebound. Terhadap yen, dollar menguat 0,1% ke 112,65 setelah menanjak 0,2% kemarin. Rebound terjaga selama dollar mampu bertahan di atas 112,50.