China Pertimbangkan Kurangi Pembelian Obligasi AS

author

Abie Santiang

Share Post
China tidak dapat membuat perubahan besar pada komposisi cadangan devisanya, karena diperlukan untuk pengelolaan nilai tukar renminbi
    Para pejabat China yang menilai cadangan devisa negara yang terlalu besar telah merekomendasikan perlambatan atau penghentian pembelian obligasi atau surat utang negara AS di tengah menurunnya minat pasar serta meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS-China, demikian menurut Bloomberg News Rabu (10/1).
    Laporan tersebut membuat imbal hasil obligasi AS naik ke angka tertinggi dalam 10 bulan dan nilai dolar lebih rendah. Namun para ekonom memperingatkan bahwa China tidak dapat membuat perubahan besar pada komposisi cadangan devisanya, karena diperlukan untuk pengelolaan nilai tukar renminbi.
    China memiliki cadangan mata uang terbesar di dunia, sekitar $3 triliun, dan merupakan pemegang surat utang Amerika yang terbesar , dengan nilai $1,19 triliun per Oktober 2017, menurut data dari Departemen Keuangan AS.
    Laporan Bloomberg mengutip sumber yang mengatakan bahwa pasar obligasi pemerintah AS menjadi kurang menarik dibandingkan dengan aset lainnya. Mereka juga menyebutkan ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat sebagai alasan untuk memperlambat pembelian surat-surat berharga amerika, kata laporan tersebut.
    Bloomberg mengatakan pejabat China tidak menjelaskan mengapa ketegangan perdagangan menyebabkan penurunan dalam pembelian surat-surat berharga itu.