Bank Dunia Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia jadi 3,1%

author

Abie Santiang

Share Post
Bank Dunia mengerek proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia jadi 3,1 persen. Proyeksi ini naik dari pertumbuhan ekonomi global tahun lalu yang diramal 3 persen. (REUTERS/Ruben Sprich).
    Bank Dunia mengerek proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini menjadi 3,1 persen, seiring dengan keyakinan terhadap pemulihan global yang sedang terjadi. Perkiraan ini lebih tinggi ketimbang proyeksi awal pada Juni tahun lalu.
    “Tahun 2018 menjadi tahun pertama sejak krisis keuangan, dimana ekonomi global akan beroperasi atau mendekati kapasitas penuh,” demikian tertulis dalam laporan Prospek Ekonomi Global, mengutip Antara, Rabu (10/1).
    Adpaun, pertumbuhan ekonomi dunia tahun lalu diprediksi mencapai 3 persen. Jika benar, angka ini terkuat sejak 2011 silam, sekaligus tonggak kebangkitan ekonomi global usai merealisasikan pertumbuhan yang hanya 2,4 persen pada 2016 lalu.
    Investasi sektor swasta diperkirakan menjadi salah satu faktor penopang pertumbuhan, utamanya Amerika Serikat. Bank Dunia memprediksi bahwa rancangan undang-undang pajak yang baru-baru ini disetujui kongres AS dapat meningkatkan investasi karena rendahnya tarif pajak perusahaan.
    Karenanya, ekonomi AS diperkirakan membukukan pertumbuhan 2,5 persen pada 2018, dengan proyeksi pertumbuhan tahun lalu sebesar 2,3 persen. Sementara itu, negara-negara emerging market dan berkembang diramal tumbuh 4,5 persen pada 2018 atau meningkat dari proyeksi pertumbuhan tahun lalu yang sebesar 4,3 persen.
    Namun, untuk China, pertumbuhan ekonominya diperkirakan melambat, yakni dari 6,8 persen pada 2017 lalu menjadi hanya 6,4 persen pada akhir tahun ini. Pun demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini masih lebih tinggi ketimbang proyeksi awal.
    Direktur Development Economic Prospect Group Bank Dunia Ayhan Kose mengatakan,  China dalam upaya menyeimbangkan perekonomiannya dengan sektor konsumsi dan jasa.
    Lebih lanjut ia bilang, China akan terus melakukan langkah-langkah menghilangkan kelebihan kapasitas industri dan mengendalikan risiko-risiko dalam sistem keuangannya.

Ancaman Perlambatan Hingga 2020

    Kendati proyeksi Bank Dunia cukup optimis di tahun ini, namun ancaman perlambatan pertumbuhan ekonomi kembali terjadi pada 2019 dan 2020 mendatang. Mengutip laporan Prospek Ekonomi Global, pertumbuhan ekonomi dunia kembali melambat menjadi hanya 3 persen pada 2019 dan 2,9 persen pada 2020.
    Pertumbuhan ekonomi AS, misalnya, diperkirakan melorot ke 2,1 persen pada tahun depan dan satu tahun setelahnya. Pasalnya, ekonomi AS dinilai sudah mendekati kapasitas penuh dan normalisasi kebijakan moneter kemungkinan meningkat.
    Hal serupa juga terjadi pada perekonomian China. Namun, perlambatan ekonomi China mulai terjadi pada tahun ini dan terus menciut 6,3 persen pada 2019 mendatang.
    Bank Dunia mengingatkan risiko-risiko pengetatan pembiayaan global, peningkatan pembatasan perdagangan, dan ketegangan politik akan menjadi ‘batu sandungan’. Akibatnya, produktivitas melambat, investasi lemah dan jumlah tenaga kerja susut.
    Laporan tersebut juga melansir bahwa potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang terlihat di lebih dari 65 persen negara-negara penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) global.
    “Pemulihan berbasis luas dalam pertumbuhan ekonomi global sangat menggembirakan. Tapi, ini bukan saatnya untuk berpuas diri. Ini adalah kesempatan besar untuk investasi dalam sumber daya manusia,” imbuh Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.