Jelang Voting RUU Pajak, Laju Dollar melambat

author

Abie Santiang

Share Post
Dollar masih terhambat meski Kongres menyetujui RUU pajak semalam yang merupakan reformasi pajak terbesar dalam 30 tahun. Sedangkan euro melesat berkat kenaikan yield obligasi Jerman.
Kongres AS menyetujui RUU pajak yang mencakup pemotongan pajak korporat, dengan Senat akan segera mengikuti. Langkah ini memberi Republik kemenangan legislatif terbesarnya tahun ini. Bila Senat meloloskan minggu ini, legislasi akan sampai ke meja Presiden Trump sebelum Natal. Republik masih berusaha meyakinkan pasar dan publik bahwa pemotongan pajak akan mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk merangsang dana repatriasi dari perusahaan multinasional kembali ke AS.
Pada awal dicanangkan, wacana reformasi pajak sempat mengangkat dollar. Saham AS juga turut melaju berkat prospek tersebut. Dollar, yang sempat melesat di awal tahun, tidak mampu mempertahankan penguatannya. Sepanjang 2017, dollar sudah melemah 9% terhadap major currencies. Sempat menyentuh 103,40 di awal Januari 2017, yang merupakan level tertinggi dalam 13 tahun, kini posisinya di kisaran 93.
Pergerakan dollar juga terbatas di saat pasar menunggu rapat BOJ yang akan berakhir besok. Pasar ingin mencari petunjuk apakah BOJ akan mengikuti the Fed dan ECB mengurangi akomodasi kebijakan. Pasalnya, pidato sang gubernur Haruhiko Kuroda bulan lalu memicu spekulasi itu ketika ia mengucapkan konsep reverse rate, kondisi di mana bunga rendah justru lebih banyak efek samping dari manfaat.
Dalam perdagangan di Asia, Indeks dollar bertengger di 93,44 setelah turun 0,1% kemarin. Sepanjang Desember, indeks bergerak di kisaran 93-94. Pergerakan diperkirakan terbatas memasuki Natal dan Tahun Baru. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 112,92 setelah menguat 0,1% kemarin. Meski sempat melemah di awal pekan, dollar masih mampu bertahan di atas support 111,50-111,70. Kini posisinya berada di atas 112,50.
Sementara itu, euro berhasil melaju berkat kenaikan tajam yield obligasi Eropa setelah Jerman mengungkapkan rencana menerbitkan obligasi tenor 30 tahun tahun depan. Rencana Jerman menerbitkan lebih banyak surat utang tahun depan mendorong yield, yang kemudian menjadi pemicu pembelian euro. Dalam perdagangan di Asia, euro bertengger di $1,1845 setelah menguat 0,8% kemarin. Penutupan di atas $1,1840-1,1860 menjaga momentum bullish dengan target $1,1900.