Jelang Natal Laju Emas Terhambat

author

CF Forex

Share Post
    Emas mulai tersendat pergerakannya sejak kemarin setelah mencatat kenaikan tipis dan flat hari ini. Namun masih bisa mencatat kenaikan mingguan kedua kali berturut-turut.
    Emas terhambat lajunya karena penguatan dollar, namun pergerakan juga tipis karena memasuki musim liburan akhir tahun. Dollar berhasil menguat setelah Kongres menyetujui pembiaayaan sementara pemerintah sampai 19 Januari untuk mencegah shutdown. Data ekonomi AS turut membantu, yaitu angka PDB dan klaim pengangguran.
    Sepanjang tahun ini, emas sudah menguat 9,5% didukung oleh pelemahan dollar dan beberapa isu geopolitik. Meski the Fed menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, ternyata tidak menyurutkan minat pada logam mulia. Di saat yang sama, saham global terus menanjak. The Fed diproyeksikan akan menaikkan suku bunganya tiga kali lagi tahun depan.
    Menurut laporan Dewan Emas Dunia (WGC) bulan lalu, bank sentral menambah pembelian emas 25% selama kuartal ketiga. Permintaan emas global tumbuh 17% di kuartal tersebut. Selama sembilan bulan pertama 2017, permintaan emas di China tumbuh 15%. Goldman Sachs memproyeksikan harga emas akan turun ke kisaran $1200 per troy ons di pertengahan 2018 karena berkurangnya kekhawatiran pasar. Tapi harga bisa kembali ke $1375 pada 2020 karena permintaan emerging markets.
    Dalam perdagangan di Asia, harga emas diperdagangkan di $1266 per troy ons, setelah naik 0,1% kemarin. Harga sedang menuju kenaikan mingguan kedua. Penutupan di atas MA 25 menjaga momentum bullish dengan target selanjutnya di $1275-1277.