Laporan Pasar Harian - Jumat, 17 Juni 2016

author

CF Forex

Share Post
Saham AS kembali menggelar dramatic stage pada hari Kamis, dengan imbal hasil saham AS yang memantul 10tahun dari posisi terendah empat tahun dan keuntungan dollar yang tajam, sementara kekhawatiran Brexit sedikit mereda dan melanjutkan perlambatan dengan fokus yang masih tertuju pada Bank Sentral.

Pada posisi terendah, saham Dows turun sebanyak 168 poin, merupakan lanjutan sell-off di antara saham-saham keuangan di kawasan Euro tumpah ke pasar keuangan golbal.

Sebagai dampak volatilitas dari British Pound melayang mendekati level tertinggi, karena Bank of England menyatakan keprihatinan yang signifikan pada potensi dari suara minggu depan pada referendum publik yang sangat konvensional mengenai keputusan meninggalkan wilayah Uni Eropa. Pada Kamis ore, poundsterling kembali pulih setelah sportsbooks UK Betfair menunjukan adanya kesempatan menang higga 65% minggu pada minggu depan.

Departmen Perdagangan As mengatakan harga konsumen naik 0.2% pada bulan Mei vs forecase untuk kenaikan 0.3%. Data consumer price lebih tinggi 1.0% berbanding bulan lalu yang berada dibawah forecast untuk kenaikan 1.1%.

Inti CPI, yang tidak termasuk food & energy cost, meningkat sesuai dengan yang diperkirakan pada bulan Mei 0.2%.

Pada catatan positif, Federal Reserve Bank of Philadelphia mengatakan indeks manufaktur meningkat menjadi 4.7 bulan ini dari pada bulan Mei 1.8 kenaikan mengalahkan forecast.

Yen berada pada level tertinggi multi year terhadap dollar dan euro pada perdagangan Jumat pagi, setelah adanya lonjakan akibat Bank of Japan yang menaham diri menambahkan stimulus segar, sedangkan sterling rebound pada sesi volatile.

Yen berada diantara para pemain yang cukup kuat dengan keputusan BoJ dan gejolak kehawatiran pasar global mengenai suara keputusan Inggris untuk meninggalkan wilayah Uni Eropa pada 23 Juni.

Komentar dari pejabat Jepang dan Swis menunjukan bahwa bank sentral yang berjaga-jaga untuk setiap kejutan pasar minggu depan. Bank of England membiarkan kebijakan suku bunga untuk tetap tidak berubah, sesuai dengan perkiraan dan menegaskan bahwa kemungkinan Brexit akan menghadapi resiko besar mengenai pasar keuangan Inggris, dan pasar keuangan global.

Hari Kamis, Bank Swiss juga membiarkan tingkat acuan suku bunga tidak berubah pada rekor -0.75% dan menegaskan bahwa mereka sedang bersiap untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk melemahkan France.

Emas berada pada keuntungan setelah rally ke punck dua tahun dengan Federal Reserve yang terdengan mengurango catatan dovish setelah pertemuan kebijakan terbaru, dengan logam yang mencapai leve tertinggi tiga tahun berbanding dengan euro dan poundsterling jelang pemungutan suara Inggris untuk meminggalkan wilayah Uni Eropa.

Spot emas turun 0.43% pada level $1.285.81 per ounce, jatuh dibawah level psikologis kunci dari $1.300 per ounce.

Minyak mengalami penurunan yang cukup tajam pada hari Kamis, merosot ke tingkat terendah dalam lima minggu di tengah gejolak pergerakan dollar, sedangkan kekhawatiran kelebihan pasokan global dan meningkatnya Brexit masih terus berlanjut.