Pemulihan Yen Terdorong Sentimen Risk Aversion

author

CF Forex

Share Post
Suku bunga negatif Jepang telah mendorong yield obligasi pemerintah ke level terendah di antara negara grup G-7, namun tidak berdampak bagi yen atau bursa saham domestik, yang berbalik arah seiring aksi jual pada pasar minyak membuat investor menghindari aset beresiko.

Yen Jepang telah memangkas lebih dari separuh pelemahannya terhadap dollar yang dipicu saat Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda pada hari Jumat lalu memangkas suku bunga pada cadangan berlebih oleh lembaga keuangan pada bank sentral menjadi -0.1%. Mengabaikan yield obligasi pemerintah yang anjlok, investor memborong yen dan melepas saham Jepang bersama dengan mata uang komoditas seperti dollar Kanada dan Australia dalam sentimen risk-aversion yang mendominasi pasar di tahun 2016.

Dalam jangka pendek, pergerakan tajam pada harga-harga semua kelas aset, dipicu oleh minyak, telah menjadi katalis jangka pendek untuk yen, menurut strategis. Sementara dalam jangka panjang, investor masih memperkirakan Bank of Japan akan mengambil langkah dan memperingatkan agar tidak memborong yen, tambahnya. Yen menguat terhadap semua mata uang utama pada hari Rabu, dengan penguatan terbesar terhadap rand Afrika Selatan dan won Korea Selatan.