Kekhawatiran BOJ Terhadap Pergerakan Yen

author

CF Forex

Share Post
Sejak awal tahun 2016 USDJPY bergerak menerobos level 120 dan anjlok ke 117-118 baru pekan ini. Berbanding dengan akhir 2015, Yen terapresiasi 1.7% terhadap dollar AS, 1.9% terhadap euro, 3.0% vs Yuan China dan 4.1% Vs Won Korea Selatan.

Berbanding dengan penurunan sebelumnya kenaikan Yen masih sangat kecil - JPY NEER terjerembab sebesar 3.0% antara akhir 2012 dan akhir 2015 selama implementasi abenomics dan pelonggaran kebijakan moneter yang agresif. Dari perspective, level yen saat ini masih cenderung lemah.

Apresiasi yen dalam beberapa hari terakhir disebabkan dengan adanya resiko dan demand untuk safe assets, juga dipicu dengan adanya volatilitas yang tinggi dari pasar saham China. Sentimen-driven bergerak drastis namun tidak bertahan lama, dan dampak ekonomi rill masih terbatas. Jika apresiasi Yen menjadi trend maka penurunan akan terjadi secara terus menerus pada harga impor dan dan upaya perlawanan terhadap BOJ dapat meningkatkan aktifitas Ekonomi.

BOJ diperkirakan akan terus fokus terhadap target inflasi 2%. Pengamatan terhadap indikator perkiraan inflasi dan pertumbuhan upah memiliki implikasi penting bagi tren jangka panjang. Perkiraan penurunan inflasi sektor korporasi, menurut survei Tankan 4Q 2015, berhasil mendorong BOJ untuk menyinggung kebijakan pada Desember 2015 untuk meningkatkan pembelian ETF dan obligasi pemerintah jangka panjang.

"Kami berfikir BOJ akan tertarik pada data upah ditahun fiskal pasca negosiasi spring labor negosiasi. Tidak ada pendesakan terhadap BOJ untuk penyesuaian kebijakan lanjutan, setidaknya pada Q1" kata DBS Group Research.