Pergerakan Emas Maskin Suram

author

CF Forex

Share Post
Pergerakan emas kembali mengalami pelemahan di hari Selasa kemarin, bahkan terbilang anjlok sebesar 2% karena tertekan oleh valuasi Dollar AS dan juga harapan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga di tahun ini. Memang, penguatan kembali pada pergerakan Dollar AS akan menghantam emas, dan membuat logam mulia ini ditinggalkan oleh para investor. Begitu pula saat ini ketika Dollar AS telah menemukan sentimen penguatannya, emas kembali terbenam.

Terpantau perdagangan emas kemarin berakhir di level US$1,117.69 poin per ounce setelah turun sebesar 1,42%. Simpanan dalam SPDR Gold Trust yang merupakan Exchange Trade Fund berbasis emas terbesar di dunia juga memperlihatkan penurunan pada hari Senin kemarin ke level terendah dalam 3 pekan hampir sebesar 3 ton menjadi 689,28 ton. Dari situ, terlihat sudah sampai sejauh mana emas berjuang untuk menguat kembali, walau pada akhirnya harus teredam.

Sementara Dollar AS kembali menguat terhadap mayoritas mata uang utama, walaupun data bulanan Pesanan Pabrik mengalami kejatuhan sebesar 1% di bulan September. Angka ini lebih buruk dari ekspektasi penurunan sebesar 0,8%. Namun Dollar AS mengabaikan data tersebut dan menguat ke dekat level tertinggi sebesar 12 pekan karena kenaikan yield obligasi Amerika Serikat yang membuka harapan mengenai rencana kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember. Penguatan emas ini tentu saja merupakan berita buruk bagi emas yang akhirnya harus mengalami penurunan dalam lima sesi beruntun. Bahkan, penurunan ini merupakan yang terpanjang sejak bulan September.