Euro Diprediksi Akan Mengalami Pelemahan

author

CF Forex

Share Post
Setelah mencoba bertahan di dekat level terendah tujuh bulan terhadap Dollar AS dan Yen, tampaknya pergerakan mata uang negara-negara Eropa, Euro, harus kembali mengalami pelemahan. Terutama setelah para investor berspekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan memperluas stimulus pada pertemuan di pekan depan. Selain itu, Euro juga masih berada di jalur penurunan bulanan terbesar terhadap Dollar AS sejak bulan Maret karena adanya perbedaan kebijakan moneter.

Tambah lagi, saat ini The Fed Amerika Serikat masih mempertimbangkan rencana kenaikan suku bunga di bulan Desember mendatang sebagai kenaikan yang pertama dalam hampir satu dekade. Sementara Bank Sentral Jepang tampak meninggalkan rencana pelonggaran moneter yang tidak breubah dari sebelumnya pada pekan lalu. Dari Australia, mata uang Aussie turut melemah terhadap sejumlah mata uang utama setelah data pemerintah menunjukkan investasi bisnis yang turun lebih besar dari perkiraan di kuartal ketiga.

Sedangkan para analis sendiri mengatakan bahwa Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memangkas suku bunga deposito lebih besar dari perkiraan pasar pada pekan depan. Kondisi ini akan membuat Euro berada dalam posisi jual ketika kenaikan terjadi jelang pertemuan bank sentral. Jika memungkinkan, maka Euro akan menguji level $1,05 terutama jika Bank Sentral Eropa memenuhi ekspektasi pasar. Saat ini Euro hanya berubah ke level $1,0620 setelah mengalami penurunan sebesar 0,2% dan menyentuh level $1,0566 yang merupakan level baru sejak 14 April lalu.