Emas Tertindas Keputusan Kenaikan Suku Bunga

author

CF Forex

Share Post
Logam mulia, emas, memang sepertinya harus kembali ke jalur penurunan setelah terangkat sebagai aset safe haven setelah adanya serangan di Paris, Prancis, pada Jumat pekan lalu yang membuat para investor beralih sejenak pada komoditas satu ini. Sayangnya, di hari Selasa kemarin, emas harus tergelincir menuju ke dekat level terendah dalam 6 tahun karena adanya penguatan pada Dollar AS dan juga indeks saham. Hingga terpantau, emas saat ini mengalami penurunan sebesar 1,1% ke kisaran US$1,070 per ounce. Sedangkan nilai kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk bulan Desember berakhir di kisaran US$1,068.50 per ounce.

Sebelumnya, emas sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada hari Senin ke kisaran US$1,097.90 per ounce. Hal ini terjadi setelah para investor beralih untuk meninggalkan aset berisiko akibat adanya serangan di Paris, Prancis, hingga memicu permintaan untuk aset safe haven. Sayangnya, sentimen tersebut gagal mempertahankan penguatan emas karena hanya berlangsung dalam waktu singkat. Akibatnya, emas kembali menurun dengan menembus ke bawah level terendah pada pekan lalu, yang juga level terendah sejak Februari 2010.

Selain itu, emas juga tampaknya masih berada di bawah tekanan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat ini. Ekspektasi tersebut telah menaikan biaya oportunitas dari kepemilikan emas yang merupakan aset non-imbal hasil dan juga penguatan pada Dollar AS. Dari perilisan harga konsumen, Amerika Serikat juga mengalami kenaikan pada bulan Oktober kemarin, setelah dua bulan sebelumnya gagal memenuhi ekspektasi THe Fed. Jika inflasi mulai naik, maka The Fed akan merasa lebih stabil dengan keputusan untuk kenaikan suku bunga di bulan depan.