Pergerakan USDJPY Terpengaruh Oleh Pelonggaran Suku Bunga Lanjutan

author

CF Forex

Share Post
Hampir dua bulan berlalu sejak terjadinya devaluasi Cina RMB yang mulai menekan Bank of Japan memudahkan kebijakan moneter lanjutan. Meski ekonomi, atau faktor inflasi eksternal, domestik belum terbukti menentukan, spekulasi untuk peningkatan pelonggaran suku bunga lanjutan.

Berkenaan dengan kondisi eksternal, kekuatan risk-off JPY terbentuk sejak Agustus, dan nilai tukar efektif Jepang saat ini dalam 2% dari level sebelumnya, ekspansi QQE Oktober lalu. Fed meninggalkan kebijakan suku bunga tidak berubah pada bulan September dan laporan kerja September US mengecewakan. Pasar ekuitas global masih berada dibawah tekanan, memberikan kontribusi menandai kekuatan mata uang, termasuk JPY. Indikator produksi dan perdagangan Asia nyata terpantau memburuk.

Dalam negeri, data pertumbuhan Jepang telah mengecewakan dengan adanya downside selama musim panas, akan tetapi Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda menunjuk sektor koorporasi terkait hasil Tankan yang kuat membenarkan optimisme pergerakan ekonomi Jepang. Dalam hal itu, hasil Tankan bulan September mungkin meyakinkan BoJ. Tren inflasi muncul solid, bahkan saat ekspektasi inflasi pasar turun. Dikhawatirkan inflasi perusahaan akan lebih rendah dari yang diperkirakan berbanding survei Tankan bulan Juni.

Secara keseluruhan, meski ada beberapa faktor pendukung optimisme BoJ, kekuatan JPY pada pengindaran resiko dan JPY masih lemah pada pelonggaran lanuta suku bunga yang tampak mengimbangi. Kondisi tersebut akan menggantung pada pertemuan keputusan kebijakan moneter BoJ pada 30 Oktober. Meski opsi terus mendukung kekuatan JPY, namun spekulasi pelonggaran suku bunga lanjutan akan mengalami traksi hingga akhir Oktober.