Penguatan Saham Asian

author

CF Forex

Share Post
Saham Asia menguat pada hari Jumat (09/10), memberikan isyarat lonjakan harga minyak dan kenaikan Wall Street setelah enit pertemuan terakhir Fed memadamkan harapan dari kenaikan suku bunga US dalam waktu dekat.

Spreadbetter keuangan diperkirakan mulai cerah bagi bursa Eropa, dengan Inggris FTSE 100. FTSE dilirik sebanyak 0.9% lebih tinggi dari Daxx Jerman. GDAXI 1.4% dan Prancis CAC. FCHI 1.3%.

Menit the Fed mengungkapkan sejauh mana kekhawatiran kebijakan tentang perlambatan ekonomi global bisa mengancam prospek ekonomi AS. Meskipun mereka mengatakan gejolak luar negeri belum "material diubah" prospek ekonomi, mereka memilih untuk mempertahankan suku bunga bulan lalu.

Pasar aset beresiko kembali bangkit saat Fed menahan kenaikan suku bunga bulan September, mengkonfirmasi penundaan pengetatan kebijakan pada saat kurangnya pertumbuhan global. Indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang, MIAP J0000PUS meningkat 1.8%, pada kenaikan mingguan yang cukup kuat pada 6.8%. The S&P ditutup pada tingkat tujuh minggu tertingi pada hari Kamis. S&P 500 e-mini futures ESc1 naik tipis sekitar 0.1% pada perdagangan sesi Asia.

Indeks unggulan Cina memperpanjang keuntungan 3% pada hari Kamis Blue-chip indeks CSI300. CSI300 naik 1.2% dpada perdagangan sore, sementara Shanghai Composite indek naik 1.1% SSEC.

"Kemungkinan tingkat tingkat bunga AS tahun ini naik semakin ramping,"Kata Alex Kwok, kepala analis dan kepala penelitian China Inbestment Securities.

Kwok mengatakan harapan Beijing akan mengungkapkan langkah-langkah stimulus lebih dapat mengurangi kekhawatiran resiko perekonomian Cina. Indeks saham Nikkei Jepang N225 berakhir di 1.6% dan 4% lebih tinggi minggu ini. Laporan data pekerjaan AS melemah diluar perkiraan pada 3 Oktober, menjaga pandangan tentang kondisi tenaga kerja yang baik akan mendorong the Fed bertindak.

Dollar lemah dengan harapan memudar tingkat kenaikan jangka pendek, dengan penurunan indeks dollar sekitar 0.1% diperdagangan sesi Asia pada 95.223, pada laporan mingguan kerungian sebesar 0.6%. Euro mengalami kenaikan sekitar 0.1% pada $ 1,1285 EUR, setelah scalling puncak tiga minggu dari $ 1,1328.