Kenaikan Saham Asia Dipengaruhi Kenaikan Suku Bunga Fed

author

CF Forex

Share Post
Saham Asia menguat di awal perdagangan Senin pagi setelah prospek jangka pendek kenaikan suku bunga Fed reda setelah data tenaga kerja AS lebih rendah dari perkiraan. Data rilis hari Jumat menunjukan US non-farm payrolls naik 142.000 pada bulan September, lebih rendah dari data jobs market 203.000.

laporan data pekerjaan lemah, upah tenaga kerja meningkat per Jam, didorong dengan keraguan kekuatan ekonomi global dalam menghadapi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Dow. DJI dan S&P 500, mengalami kenaikan lebih dari 1% pada hari Jumat setelah sempat merosot lebih dari 1.5%.

Awal perdagangan dipimpin oleh wall street, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik diluar Jepang. MIAP J0000PUS meningkat 7%. Korea Selatan Kospi KS11 naik 0.6% dan saham Australia naik 1.9%.

Tokyo nikkei meningkat 1%, obligasi safe heaven meningkat saat data perkerjaan As terlihat suram, dengan benchmark 10tahun treasury meghasilkan US10Y T -RR menurun mendekati posisis terendah 6 minggu pada hari Jumat. Hasil bund Jerman terjatuh ke jurang terendah 4bulan.

Currencies, greenback berada dalam keadaan defensif, dengan indeks dollar menginjak level 95.907 setelah sempat lost 0.4% semalam. Dollar sedikit mengalami perubahan pada ¥ 119,975 dengan kisaran antara 120.415-119.90 pada hari Jumat pasca gejolak data perdagangan perkerjaan.

Euro bergerak stabil di $1,1217EUr bergerak naik hingga $1,1319 pada hari Jumat, dengan puncak 10hari. harga minyak mentah merosot diawal perdagangan Senin menyusul penurunan hari Jumat. CLc menurun 0.5% pada $45,31 setelah sempat melonjak 1.8% pada hari Jumat ketika sebuah laporan AS tentang perhitungan rig minyak yang terus membantu mengimbangi data tenaga kerja yang lemah. Emas meningkat setelah lonjakan 2.2% semalam atas pelemahan data pekerjaan As dipengaruhi dengan harpan kenaikan suku bunga. Spot emas XAUSUD stabil pada $1,137.20/once setelah lonjakan kemarin.