Emas Coba Bangkit Dari Level Terendah Dua Pekan

author

CF Forex

Share Post
Jelang rilis data Non-farm Payrolls Amerika Serikat di hari Jumat malam nanti, pergerakan pada logam mulia, emas, tampak menjauhi level terendah dalam 2 pekan di hari Kamis kemarin. Hal tersebut terjadi karena Dollar AS yang melemah terhadap Euro, setelah adanya data yang menunjukkan bahwa laju pertumbuhan di sektor manufaktur Amerika Serikat mengalami perlambatan pada bulan September nanti. Sayangnya, ketidakpastian menjelang perilisan NPF tersebut masih menahan harga emas di pergerakan yang sempit.

Data tenaga kerja Amerika Serikat ini memang sering dijadikan patokan karena diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai waktu kenaikan suku bunga The Fed di tahun ini. Selain itu, data tersebut juga dapat memengaruhi harga emas dan aset berdenominasi Dollar AS lainnya karena penguatan pada NPF berarti penguatan pula pada Dollar AS. Diperkirakan data NPF bulan September kemarin semakin kuat menyusul adanya perilisan data pekerjaan di sketor swasta yang optimis pada hari Rabu lalu hingga membebani bullion seperti emas.

Para ekonom sendiri dalam survei yang diadakan memprediksi bahwa data NPF Amerika Serikat kali ini akan menunjukkan pertumbuhan sebanyak 203 ribu pekerjaan pada bulan September lalu. Angka tersebut jelas lebih banyak dibandingkan data bulan sebelumnya di angka 173 ribu. Sejumlah analis berpendapat bahwa angka di bawah 150 ribu dapat memicu kenaikan pada harga emas, dengan pergerakan netral dimungkinkan jika angka yang dirilis berkisan antara 190 ribu sampai 210 ribu. Sedangkan angka di atas 260 ribu berisiko memicu tekanan jual yang kuat pada harga emas.