Dollar AS Menghadapi Pemulihan, Emas Tertekan

author

CF Forex

Share Post
Momentum penguatan Dollar AS memang kembali terlihat hingga membuat berbagai mata uang serta komoditas yang bergerak terhadap mata uang satu ini turut mengalami tekanan. Seperti pada pergerakan emas yang juga ikut mengalami tekanan di hari Senin kemarin. Bahkan, penguatan Dollar AS tersebut juga menjauhkan emas dari level tertinggi yang dicapai pada pekan lalu dengan berakhir di level US$1,170.72 per ounce, dengan level tertinggi harian di US$1,178.20 dan terendah di US$1,168.59.

Sepanjang pekan lalu, logam mulia satu ini telah menguat lebih dari 7%. Tentu saja yang menjadi pemicu penguatan emas adalah respon dari buruknya data tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis pada awal bulan Oktober kemarin. Hingga hal tersebut kembali memunculkan spekulasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Namun sayangnya, penguatan pada emas harus memudar setelah gagal melewati level psikologis di US$1,200 per ounce dan akhirnya balik menurun setelah Dollar AS mendapatkan momentum penguatannya kembali.

Dari data Commoditi Futures Trading Commission di hari Jumat pekan lalu, terihat hedge fund dan manajer investasi masih menaikkan posisi penguatan bagi emas dan perak, terutama hingga mendekati level tertinggi dalam 5 bulan. Hal tersebut dilakukan pada pekan yang berakhir pada 13 Oktober di COMEX. Sementara SPDR Gold Trust sebagai ETF berbasis emas terbesar di dunia juga melaporkan outlflow pada hari Jumat yang merupakan pertama sepanjang pekan lalu. Ini berarti, emas memang harus bersiap kembali menghadapi tekanan yang datang.