Dampak Data Consumer Price Indeks (CPI) Inggris Pada GBP

author

CF Forex

Share Post
Di Inggris CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman dan energi (bahan bakar minyak dan gas). 

Data yang dirilis masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Untuk Inggris yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) yang digunakan sebagai acuan oleh Bank of England (BoE). Disamping CPI juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y), namun dampak CPI jauh lebih tinggi.

Bulan Juli inflasi tahunan Inggris naik 0.1%, lebih baik dari perkiraan dan bulan Juni yang stagnan atau 0.0%, sementara untuk basis bulanan (m/m) turun 0.2% (atau -0.2%), lebih rendah dibandingkan dengan Juni yang stagnan. Meningkatnya inflasi tahunan bulan Juli tersebut disebabkan oleh naiknya harga perumahan, makanan, pakaian, tarif hotel dan biaya komunikasi. Sementara itu CPI inti bulan Juli y/y (diluar harga energi, makanan dan minuman) naik 1.2%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.8% dan adalah yang tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Untuk bulan Agustus 2015 diperkirakan CPI total y/y akan kembali stagnan (0.0%) dan CPI inti y/y diperkirakan kembali naik 1.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.