Angin Perubahan Perdagangan Komoditas Cina

author

CF Forex

Share Post
Volatilitas komoditas baru-baru ini dipengaruhi pergerakan pasar saham Cina yang menurun dan menjadi peristiwa penting negara dalam perdagangan pasar komoditas global. Jauh dari kata "noise" jangka pendek, pergeseran major struktural dibawah penurunan pertumbuhan comodity-intensive, meningkatkan kekhawatiran import komoditas China yang memang melemah dengan dampak yang serius terhadap negara ekspor-komoditas.

Namun, penelitian menunjukan dampak impor komoditas Cina tidak terpengaruh dengan domestic demand dan supply dynamics. Perubahan terhadap report demand, ketersediaan domestic resources, efesiensi produksi dan kebijakan ekonomi akan membantu menentukan domestic commodity production dan impor.

Pertumbuhan "Green Energy" yang lebih berorientasi kepada konsumsi ekonomi sebenarnya dapat meningkatkan data import demand untuk beberapa data komoditas. Kopi memimpin dengan data pertumbuhan import untuk tahun 2020 kemungkinan dapat tumbuh lebih dari 3X tingkat pertumbuhan alami selama lima tahun terakhir. Natural gas, jagung, silver, gold dan paladium juga cenderung terlihat mengalami kenaikan pertumbuhan impor.

Data manufaktur dan komoditas infrastruktur cenderung mengalami perlambatan pergerakan. Contohnya, pertumbuhan import tembaga untuk 2020 kemungkinan hanya sekitar sepertiga dari 3m pertumbuhan impor yang diocapai dalam lima tahun terakhir. Minyak, bijih besi dan logam dasar juga ditetapkan akan mengalami perlambatan yang cepat pada pertumbuhan impor.

"Anehnya, hanya beberapa komoditas terpilih yang akan mengalamai perlambatan impor secara absolut dan sebagian besar pertanian yang kami pikir akan ikut terpengaruh dengan penurunan ekonomi Cina. Batubara adalah satu-satunya komoditas yang tidak masuk kedalam cakupan bahasan dalam report pelemahan data impor Cina yang mengalami penurunan absolut untuk tahun 2020", kata Barclays.