Yuan Masih Memicu Pelemahan Emas

author

CF Forex

Share Post
Harga emas diawal perdagangan minggu ini beringsut naik setelah pasar menaruh perhatian lebih dengan kekhawatiran akibat dampak melemahnya Yuan, paska devaluasi pemerintah Tiongkok pada minggu lalu. Ketidak pastian ini membuat daya pikat emas sebagai safe haven mengemuka kembali.

Melemahnya Yuan membuat sebagian pihak meyakini bahwa The Federal Reserve AS bisa saja menunda untuk menaikkan suku bunga pada September ini, meskipun banyak pihak yang yakin bahwa bulan depan akan dilakukan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS, sambil menunggu data ekonomi AS yang lebih baik dan kuat.

Lazimnya kebijakan dari Beijing akan dinilai pasar penuh dengan selubung maksud dan data-data yang tersembunyi. Begitu juga kebijakan devaluasi Yuan, akan dianggap sesuatu hal yang mendasar dalam perekonomian Tiongkok tengah berlaku, setidaknya pasar mempertanyakan kesehatan ekonomi negeri Tirai Bambu ini. Dengan kesehatan ekonomi yang mengkhawatirkan, akan membuat emas sebagai pilihan pengaman investasi melejit kembali. Kini harga emas di perdagangan komoditi berjangka diperdagangkan pada kisaran $1.117,30 per troy ons.

Devaluasi Yuan pada minggu lalu membuat harga emas terkatrol naik dari posisi termurahnya di $1.077 per troy ons. Diperkirakan bahwa harga emas selanjutnya berpeluang menuju $1.150 per troy ons, terlebih jika The Fed tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan mereka di bulan September nanti.

Pada satu sisi, dengan langkah Beijing ini tentu tidak bisa diabaikan begitu saja bagi para pengambil kebijakan The Federal Reserve. Bisa saja Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Tiongkok yang berpotensi bagi munculnya deflasi, hal yang tentu dibenci oleh The Fed. Devaluasi Yuan membuat probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September ini menurun, dari 60:40, menjadi 50:50.

Hasil pertemuan The Fed pada 28-29 Juli kemarin yang akan dipaparkan pada Rabu ini, akan memberikan gambaran bagaimana rencana kebijakan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2006 silam. Mengutanya kembali angka penjualan ritel, pertumbuhan lapangan kerja yang solid dan sektor konstruksi yang membaik sehingga membuat potensi pendapatan bruto (PDB) bulan depan terlihat membaik pula, bahkan diatas tren kenaikan PDB AS. Data-data yang kuat tersebut akan membuat Dolar AS berpotensi menguat lebih jauh, hal yang akan membuat harga emas bisa jatuh kembali.