USDJPY Masih Menunggu BoJ Dalam Wilayah Bullish.

author

CF Forex

Share Post
Pasar Asia di buka lebih rendah di Tokyo disusul dengan data non-kerja di Wall Street, sementara USDJPY telah terkonsolidasi di sisi atas nada penawaran buy pada hari kemarin.

Pasar menunggu BoJ dan data nonfarm payrolls dari US. BoJ diperkirakan akan tetap menahan suku bunga, membawa penilaian bullish ekonomi. Bank Sentral akan terus bergantung dengan data bias pelonggaran. Faktor utama akan tetap berfokus pada data nonfarm payrolls, dengan harapan pada 225k.

Secara teknis USDJPY berada dalam kondisi bullish tertinggi Juni pada level 125.86. Analis di Bank of America, Merrill Lynch menjelaskan bahwa resiko jangka dekat bergantung pada data lingkungan domestik termasuk ketidak stabilan politik, yang dapat memberikan tekanan pada marjinal JPY.

"Secara eksternal, Dollar AS cenderung melanjutkan penguatan tentang antisipasi kenaikan suku bunga Fed. Tapi bisa juga sementara menempatkan tekanan ke bawah pada pasar saham AS dan pasar saham lainnya, yang pada gilirannya bisa menjadi negatif pada pasangan silang yen, dan dapat membatasi ruang lingkup jangka pendek kenaikan USDJPY."

"Meskipun begitu, kami derharap perbedaan kebijakan dapat mendorong pergerakan pasar. Dalam hal ini, meskipun kenaikan suku bunga BoJ jauh lebih longgar bebanding Fed atau BoE, yang secara jelas memilih untuk menaikan suku bunga, bias pelonggaran BoJ tidak seakurat RBA, ECB, ataupun RBNZ menurut pandangan kami. Oleh karena itu sebagaimana terlihat dalam aksi harga forex bulan Juli, kami berharap USDJPY dapat bergerak naik."