Perusahaan Saham Asia Menunggu Pemulihan Yuan

author

CF Forex

Share Post
Saham Asia dan dolar merayap lebih tinggi di awal perdagangan Kamis (13/08), dengan investor yang masih waspada mengawasi pergerakan Cina berikutnya yang diperkirakan akan menurunkan Yuan secara berturut-turut selama dua sesi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang meningkat. MIAP J0000PUS meningkat 0.3%, menarik perhatian setelah pemulihan akhir wall street yang memperlihatkan 2/3 indeks utama berakhir di wilayah positif. Indeks saham Nikkei Jepang N225 meningkat 0.3%, mengabaikan data capital expenditure yang terlihat suram. Data Jepang rilis sebelum pasar dibuka menunjukan data core machinery Jepang menurun jauh dari yang di perkirakan 7.9% di bulan Juni, turun pertama kalinya dalam empat bulan.

"Pelemahan terus berjalan pada pertumbuhan Cina dan memberikan tekanan berlebih terhadap CNY, menurut pandangan kami," strategi Barclays dalam sebuah catatan klien.

Tapi benchmark mencatat 10-tahun penurunan harga dari nilai tertinggi tiga bulan setelah pelelangan bergerak semangat, dengan yield 10 tahun pada 2.139% $10yt-RR diperdagangan Asia, berbanding dengan penutupan 2.130%.

Dollar ikut tertekan dengan perkiraan kenaikan suku bunga yang ditunggu-tunggu dari Federal Reserve yang diperkirakan akan dilaksanakan dekat-dekat ini pada 16-17 Sepetember. Suku bunga jangka pendek AS menunjukan investor bahwa Fed tidak akan menaikan suku bunga lebih dari 40% pada bulan depan.

Dalam perdagangan komoditas, Emas bergerak stabil di $1.123.81 per ounce setelah log disesi kelima. Crude oil memperpanjang keniakan dengan pelemahan yang terjadi pada dollar dan menurunkan stock crude oil AS, namun tetap tidak jauh dari posisi terendah enam tahun dan mengalami kekhawatiran bahwa pelemahan mata uang Cina akan memukul harga import minggu ini. Crude CLc1 AS meningkat 0.3% pada $43.43 barrel, sementara Brent LCOc1 juga menungkat sekitar 0.3% menjadi $49.83.