Pelemahan Dollar Diatas Level Terendah Pekan Lalu

author

CF Forex

Share Post
Dollar memulai pekan ini berada di bawah tekanan pada hari Senin, berada di dalam jalurnya untuk kerugian bulanan namun masih berada di atas level rendah baru-baru ini seiring investor masih menjaga harapan bahwa data kerja AS yang akan dirilis pada akhir pekan ini akan berikan Federal Reserve alasan untuk naikan suku bunga paling cepat di bulan depan.

Indeks dollar, yang mengikuti pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama, berada di level 95.86, turun sebesar 0.27% dari level hari Jumat dan turun sekitar 1.5% untuk bulan ini. Namun dollar masih mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan, serta masih berada di atas level terendah tujuh bulan di 92.62 yang dicapai pada pekan lalu ketika ketakutan terhadap China mengirim pasar ekuitas global merosot tajam.

Dollar turun sekitar 0.4% di 121.15 yen, turun sekitar 2% untuk bulan Agustus, namun masih berada di atas level terendah tujuh bulan di 116.15 yang disentuh pada pekan lalu.

Seemntara itu euro menguat sekitar 0.3% di $1.1225, berada di bawah level tertinggi pekan lalu di $1.1715 namun masih naik sekitar 2% untuk bulan ini.

Investor saat ini menunggu data kunci non farm payroll pada hari Jumat untuk petunjuk apakah Fed akan mengambil langkah yang ditunggu-tunggu oleh pasar untuk naikan suku bunga. Data-data penting dari AS yang akan dirilis pekan ini diantaranya adalah survei bisnis, pemesanan pabrik dan data perdagangan.

Salah seorang analis pasar di Melbourne mengatakan bahwa perilisan data kerja ADP pada hari Rabu dan Non-farm Payrolls pada hari Jumat akan menjadi kunci dalam menganalisa kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan September.

Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengatakan dalam pidatonya di pertemuan bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming pada hari Sabtu bahwa inflasi AS kemungkinan akan rebound ketika tekanan terhadap dollar memudar, itu memungkinkan Federal Reserve untuk naikan suku bunga secara bertahap.