Cina Masih Jadi Ancaman Dollar

author

CF Forex

Share Post
Dollar masih cenderung melemah terhadap euro dan yen pada hari Rabu seiring sentimen yang masih rapuh meski setelah China meluncurkan pelonggaran kebijakan moneter. Dollar saat ini diperdagangkan di kisaran 119.00 yen setelah mencapai ke atas level 120 yen semalam pasca bank sentral China memangkas tingkat suku bunga untuk keduakalinya dalam 2 bulan. Greenback diperdagangkan di atas level 125 yen kurang dari 2 pekan lalu, sebelum sentimen risk aversion mendorong investor untuk melakukan aksi beli yen dan euro, mata uang yang digunakan untuk mendanai investasi aset yang beresiko yang disebut juga 'carry trades'.

Investor akan fokus terhadap bagaimana bursa saham China akan bereaksi pasca People's Bank of China (PBOC) memangkas tingkat suku bunga sebanyak 25 basis poin menjadi 4.6%, dan memangkas giro wajib minimum (reduced reserve requirements (RRR)) sebanyak 50 basis poin menjadi 18% bagi hampir seluruh bank-bank besar. Langkah tersebut, yang diperkirakan akan diambil PBOC akhir pekan lalu, diambil setelah penurunan tajam pada bursa saham China memicu efek domino secara global pada bursa saham dan komoditas. Menurut analis, dollar sedikit rebound pasca pengumuman PBOC, namun bagaimana reaksi bursa saham Shanghai terhadap kebijakan tersebut yang akan menentukan arah pergerakan dollar. Yen dan euro menjadi tempat peralihan dari resiko yang mengakibatkan penurunan carry trades, euro telah membangun korelasi negatif dengan bursa saham, terutama pasca penurunan tajam bursa China.