Dollar Lengah, Emas Mengambil Peluang

author

CF Forex

Share Post
Harga emas berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Rabu kemarin, mengembalikan beberapa kerugian yang mereka derita dalam dua sesi perdagangan terakhir untuk kembali mengklaim level $1,200/onz.

Laporan ekonomi AS hadir lebih lemah dari perkiraan, yang telah membantu melemahkan dollar AS dan membuat emas menjadi kembali lebih menarik bagi investor.

Harga emas bulan Juni menguat $8.70, atau 0.7%, untuk settle di $1,201.30/onz di Comex, sehari setelah membuat level penutupan terendah dalam sebulan.

Data AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa produksi industri di bulan Maret turun sebesar 0.6%, sedikit di bawah ekspektasi dan merupakan penurunan terbesar sejak Agustus 2012. Indeks manufaktur Empire State di bulan April turun menjadi -1.2, merupakan level terendah sejak Desember.

Terhadap latar belakang itu, indeks dollar AS diperdagangkan lebih rendah, membantu mengangkat permintaan untuk emas yang berdenominasi dengan greenback.

Emas biasanya dapatkan dukungan karena data ekonomi yang mengecewakan di tengah debat kenaikan suku bunga "yang mendukung Fed bersikap dovish daripada hawkish," ucap Adrian Ash, kepala riset di BullionVault. Sikap dovish diyakinkan bahwa suku bunga rendah diperlukan untuk mendorong pertumbuhan.

Suku bunga rendah dapat berikan tekanan kepada dollar dan memimpin untuk adanya inflasi. Emas dapat keuntungan dari pelemehan dollar dan kadang-kadang dipandang sebagai aset lindung nilai dari inflasi.(fsyl)