Trend Dolar Kuat, Sementara Euro Masih Lemah

author

CF Forex

Share Post
Pada perdagangan sebelumnya, Yen terapresiasi seiring investor beralih memburu safe haven di tengah berlanjutnya penurunan harga minyak mentah dunia. Nilai tukar USD/JPY susut lebih dari 80 point mata uang sepanjang sesi Asia kemarin, sebelum memecah area terendah di sesi Asia Rabu hari ini di sekitar 118.50.

PMI Non Manufaktur AS Desember

Dan Yen terus menambah perolehan sepanjang sesi New York malam tadi, pasca laporan data "non-manufacturing PMI" AS yang keluar jauh meleset dari perkiraan, yakni 56.2 berbanding 58.2, pada masa yang sama. Di sisi lain krisis politik Yunani serta keadaan ekonomi yang meruncing di Itali dan Spanyol telah mendorong para pedagang untuk terus menerus membeli Yen, sehingga mencapai 118.05.

Pesanan baru untuk barang-barang pabrik AS turun dalam bulan ke-4 beruntun di bulan November sementara indeks pertumbuhan sektor jasa AS bulan Desember merosot ke level terendah 6-bulan. Dolar juga tertekan oleh penurunan imbal hasil Treasury AS, kendati ekspektasi pemulihan pasar tenaga kerja AS berpotensi membatasi penurunan yield.

Jens Nordvig, kepala strategi forex G10 pada Nomura Securities International di New York mengatakan, "Beberapa data AS terakhir menunjukkan angka yang lemah, dan itu menyeret Dollar. Namun trend penguatan Dollar masih terjaga, sementara Euro masih sangat lemah".

Sumber : Seputar Forex