Emas Kian Menjulang, Kenaikan Suku Bunga AS Mulai Bimbang

author

CF Forex

Share Post
Emas menyambung perolehannya ke level tertinggi dalam waktu hampir 12 minggu dengan para investor yang sedang menilai seberapa jauh penguatan ekonomi AS. Merosotnya harga minyak menyebabkan inflasi AS akan sulit naik, dan dampaknya adalah pada timing kenaikan suku bunga The Fed.

Harga bulion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0.4 persen ke $1,238.76, level tertinggi sejak tanggal 23 Oktober, dan diperdagangkan pada $1,236.01 pada pukul 10:20 pagi waktu Singapura, menurut data harga Bloomberg. Emas diperdagangkan lebih tinggi dalam tiga hari beruntun terutama setelah laporan pada pekan lalu menunjukkan anjloknya pertumbuhan upah AS meskipun angka NFP mengalami kenaikan.

Harga emas spot menanjak ke level tertingginya sejak tanggal 11 Desember di posisi $1,235 dan naik sebanyak 1 persen ke posisi $1,234 per ons. Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman segera pada bulan Februari bertengger di kisaran $1,232.80 per ons, level tertinggi sejak tanggal 22 Oktober. 

The Fed Akan Kaji Outlook Kenaikan Suku Bunga

Presiden The Fed untuk wilayah San Fransisco, John Williams, yang juga memiliki hak suara pada FOMC tahun ini, mengatkan bahwa kenaikan suku bunag The Fed pada bulan Juni akan kembali dipertimbangkan di tengah kuatnya momentum dalam pasar tenaga kerja dan lemahnya pendapatan upah.

Menurut Zou Lihu, analis dari Citics Futures di Shenzhen, dalam wawancara dengan Bloomberg, arah pergerakan emas untuk jangka pendek akan digerakkan oleh Dolar, minyak, dan sentimen risiko umum di pasar. Untuk jangka panjang, emas masih akan dipengaruhi oleh outlook kenaikan suku bunga AS.

Sumber : Seputarforex