Emas Melonjak Lewati $1.200 Karena Ekuitas Global Kacau

author

CF Forex

Share Post
Emas rally di sesi Selasa(10/12), merebut kembali level $1.200 dalam menanggapi aksi jual saham global. Emas untuk pengiriman Februari melonjak $37,10, atau 3,1%, lalu ditutup di $1.232 per ounce, penutupan tertinggi sejak akhir Oktober. Perak untuk pengiriman Maretbertambah 86 sen, atau 5,3%, ke$17,13 per ounce.

Investor mulai dari Shanghai hinggaNew York melepassaham karena pihak berwenang Tiongkok mengambil langkah untuk memperketat peraturan pinjaman sementara kekhawatirantentang Yunani muncul kembali setelah Athena mengumumkan akan menyelenggarakan pemilihan presiden yang dua bulan lebih cepat dari jadwal.

Performa dolar AS yang bergerak turun tajamterhadap yen, mendorong kembali di bawah ¥119, karenakekalahan dalam sahamdi seluruh dunia mendorong investoruntuk memborong  mata uang jepang sebagai safe haven. Pelemahan dolar tentu berdampak pada penguatan harga komoditas.

Sehari sebelumnya, emas rebound lemahkarena data ekonomi sempat menghidupkan kembali permintaan safe haven global untuk logam mulia. Tiongkok, yang bergantung pada ekspor sebagai bahan bakar pertumbuhan ekonomi, melaporkan ekspor naik lebih lambat dan ekonomi Jepang menyusut untuk kuartal kedua berturut-turut.

Minyak mentah berjangka naik juga di sesi Selasa, sehari setelah ambrukke level terendah lima tahun di tengah kekhawatiran pasar tidak akan menemukan keseimbangan harga dengan melimpahnya pasokan. Di New YorkMercantile Exchange, minyak mentah light-sweet untuk pengiriman Januari naik 77 sen, atau 1,2%, ditutup di$63,82 per barel. Brent crudeuntuk pengiriman Januari di bursa ICE Futures London naik 65 sen, atau %, berakhir pada $66,84 per barel, mengakhiri lima sesi turun beruntun.

Naiknya harga minyak mentah dunia jelas dipicu oleh pelemahan dolar. Dolar yang lemah berarti harga yang lebih murah bagi para pembeli minyak mentah yang mata uang negaranya tidak menggunakan dolar. Namun penguatan komoditas saat ini masih dalam kerangka koreksi. Tanpa didukung oleh faktor fundamental yang lebih solid, logam mulia dan minyak mentah ini masih rentan untuk diterjang oleh kekuatan bearish jangka menengah.

Sumber : Financeroll