Data Tiongkok, Menekan Harga Emas dan Perak

author

CF Forex

Share Post
Perdagangan bursa komoditas logam mulia pada hari Selasa (16/12), harga emas dan perak terlihat tertekan akibat terjadinya kontraksi PMI Manufaktur Tiongkok di bulan Desember.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka  pengiriman Februari telah diperdagangkan lebih rendah 0.82% di level $1.197.80 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak perdagangan di sesi Asia, harga emas terpantau menyentuh level $1.192.80 untuk sesi terendah harian dan level $1.199.80 untuk sesi tertinggi harian.


Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Maret juga terpantau alami penurunan sebesar 2.03% di level $16.227 per troy ounce, dimana terpantau menyentuh level $16.082 untuk sesi terendah harian dan level $16.273 untuk sesi tertinggi harian.


Harga logam pada pagi ini terlihat mendapat tekanan untuk terus bergerak ke bawah ketika terjadinya pelemahan pada aktifitas manufaktur di wilayah Tiongkok. Berdasarkan laporan dari Markit telah menyatakan bahwa PMI Awal sektor manufaktur Tiongkok telah mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 49.5 di bulan Desember.


Sementara itu, pada sesi sebelumnya tekanan bagi harga logam juga terlihat ketika terjadinya pemulihan ekonomi di wilayah AS berdasarkan laporan The Fed tadi malam. The Fed mengatakan bahwa hasil industri AS telah mengalami kenaikan sebesar 1.3% di bulan November, dengan lampaui perkiraan pasar.


Hasil tersebut seketika memberikan dampak meningkatnya permintaan bagi dolar dan cenderung melemahkan harga logam, mengingat pergerakan harga emas cenderung berlawanan terhadap greenback. Membaiknya kondisi industri di wilayah AS tersebut juga memperkuat spekulasi bank sentral untuk segera lakukan pengetatan kebijakan tahun 2015 mendatang.

Sumber : Financeroll