Gerak GBP Pasca Keputusan Penaikan Bunga BoE

author

CF Forex

Share Post
Mata uang Inggris bergerak terbatas pasca pernyataan hawkish (mendukung kenaikan suku bunga) Bank Sentral Inggris (BoE). Gubernur BoE Mark Carney mengatakan, BoE semakin dekat untuk menaikkan suku bunga, tapi waktunya tergantung pada data ekonomi. Pernyataan itu menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Data Bloomberg Jumat(26/9), memperlihatkan pasangan GBP/USD turun 0,41% dibandingkan hari sebelumnya ke level 1,6250. GBP juga melemah 0,16% versus dollar Aussie ke level 1,8538. Namun GBP masih menguat tipis terhadap EUR 0,08% menjadi 0,78076.

Untuk pasangan GBP/USD, Nizar Hilmy, analis PT SoeGee Futures, menuturkan, seretnya pergerakan poundsterling tak lepas dari masih kuatnya dollar AS. Pasar melihat peluang Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga. Hal lain yang mengangkat pamor dollar AS adalah perbedaan tingkat pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi AS di atas 4% selama kuartal kedua, paling pesat di antara negara-negara maju," kata Nizar. Sedangkan Inggris hanya tumbuh 3%.

Tonny Mariano, analis Harvest International Futures, mengatakan, menguatnya AUD versus GBP karena Australia masih mempertahankan suku bunga rendah di 2,5%. "Pasangan GBP/AUD sempat naik pasca referendum Skotlandia, tapi kini sudah kembali bergerak turun," ujarnya.

Tonny menambahkan, Senin (29/9) Inggris akan mengumumkan data suplai uang bulan Agustus. Ekspektasi yang beredar, suplai uang naik 0,4%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Jika sesuai ekspektasi, GBP sedikit menguat.

Sedangkan Ariston Tjendra, Head of Research and Analysis Division PT Monex Investindo Futures, bilang, EUR melemah karena perbedaan kebijakan moneter yang dibicarakan pemerintahan Zona Euro.

Sumber : Infovesta